Saturday Jul 5 @ 05:33pm
bofransson:

Jan De Vliegher (Belgian, b. 1964), Blossoms 10, 2011

bofransson:

Jan De Vliegher (Belgian, b. 1964), Blossoms 10, 2011

Friday Jul 4 @ 11:36am
Saya punya mimpi yang begitu besar, dan kamu termasuk di dalamnya, dengan porsi yang tidak kecil. @TiaSetiawati (via karenapuisiituindah) Friday Jun 27 @ 09:59pm
Karena sesungguhnya semesta tidak pernah buta dalam melihat ketekunan dan tidak pernah tuli dalam mendengar panjatan doa. Friday Jun 27 @ 04:02pm
lovequotesrus:

Everything you love is here

lovequotesrus:

Everything you love is here

Friday Jun 27 @ 03:49pm
Wednesday Jun 25 @ 10:54pm

natashakline:

For all the artists out there. xoxo

Friday Jun 13 @ 11:42am
aseaofquotes:

Jenny Han, To All the Boys I’ve Loved Before

aseaofquotes:

Jenny Han, To All the Boys I’ve Loved Before

Thursday Jun 5 @ 05:09pm
My Travel Bucket List

"Mbak, ingat nggak dulu waktu masih sekolah, kamu pernah ngambek dan bilang ‘ma, kok kita nggak pernah jalan-jalan keluar negeri sih? Temen-temenku kalau liburan suka pergi ke luar negeri’. Ingat nggak?"

Aku memang tidak ingat kapan pastinya aku berkata begitu kepada Mama. Tapi aku ingat betul bagaimana besarnya keinginanku untuk bisa pergi keluar negeri di kala itu. Kalau aku pikirkan lagi sekarang, aku yakin sebenarnya keinginan untuk keluar negeri pada saat itu lebih karena rasa minder dan mungkin juga sedikit rasa iri, karena mendengar cerita teman-teman di sekolah tentang bagaimana asik dan serunya jalan-jalan di negara lain.

Beberapa waktu berlalu sampai pada akhirnya, ibadah Umroh lah yang membuatku bisa pergi keluar negeri untuk pertama kalinya. Semuanya terasa menarik untukku. Mulai dari naik pesawat yang bertingkat dan sangat besar, berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan pramugari dan pramugara, melihat tulisan Arab diberbagai sudut kota, bertemu dengan orang-orang dengan rupa yang berbeda-beda, sampai dengan merasakan panasnya hawa kota-kota di Timur Tengah, yang jauh lebih panas daripada yang biasa aku rasakan di Jakarta.

Pulang dari ibadah Umroh, mimpi akan pergi keluar negeri hampir tidak pernah terpikirkan lagi. Sampai pada akhirnya aku benar-benar lupa, karena aku malah asik naik gunung dan berpetualang di alam bebas di beberapa sudut pulau Jawa bersama dengan kawan-kawan pecinta alam di sekolah. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Kuala Lumpur - dalam keadaan, aku sama sekali belum pernah menginjakan kaki du kota tersebut.

Takut. Sedih. Tegang. Bingung. Excited. Semua perasaan itu berkumpul jadi satu, mengiringi kedatanganku di Kuala Lumpur. Benar apa yang dikatakan orang-orang bijak dan apa yang tertulis di artikel-artikel tentang sekolah di luar negeri yang pernah aku baca. Hidup di negara orang membuatku membuka pikiran dan mata lebih luas lagi. Dari sinilah ketertarikanku terhadap traveling muncul kembali. Tapi karena beberapa keterbatasan sebagai mahasiswi – keterbatasan waktu dan juga biaya, tentunya – maka aku lebih prefer untuk jalan-jalan di dalam kota saja. Sesekali saat ada uang yang berlebih, akhirnya ditabung dan uang tersebut bisa beberapa kali membawaku jalan-jalan keluar dari Kuala Lumpur.

Selesai kuliah, di saat belum mendapatkan kerja, hasrat untuk berlibur ke tempat baru selalu saja muncul. Tapi apa daya, aku harus tetap fokus untuk mencari kerja dulu sebelum akhirnya bisa berlibur lagi. Untuk mengisi waktu luang yang banyak aku miliki saat itu, aku pun mulai membuat Travel Bucket List. List tersebut berisi poin-poin tempat mana sajakah atau kegiatan apa sajakah yang ingin aku lakukan di suatu kota atau negara tertentu. Nantinya jika sudah tercapai, poin tersebut bisa di crossed (diberi tanda silang) dan berarti mission accomplished! 

Pada saat itu, Travel Bucket List-ku teronggok begitu saja. Tidak ada perubahan yang terjadi karena memang selama 3 bulan masa pengangguran aku tidak bepergian kemana-kemana. Bosan? Banget!

Dan akhirnya pada saat mendapatkan pekerjaan, perasaanku antara senang dan khawatir sebenarnya. Senang karena akhirnya akan bisa punya uang sendiri yang nanti bisa ditabung dan digunakan untuk jalan-jalan. Di sisi lain aku merasa khawatir dan berpikir bahwa nantinya hanya akan mempunyai sedikit waktu untuk jalan-jalan dan berlibur karena pasti akan dibatasi oleh jatah cuti. Sempat ragu, apa nantinya list yang aku buat itu akan bisa tercapai satu per satu.

Tapi ternyata kekhawatiran-kekhawatiran yang pernah muncul itu tidak ada artinya. Karena ternyata working life tidak seburuk yang pikirkan dulu.

Setelah hampir satu setengah tahun bekerja, aku sudah pernah ditugaskan ke Surabaya, Makassar, dan Medan. Ditugaskan bukan berarti aku full bekerja di kota tersebut. Aku selalu meluangkan waktu di pagi hari untuk mencari sarapan yang khas dari kota tersebut, dinner di tempat yang direkomendasikan sambil menikmati suasana malam, dan setelah semua pekerjaan selesai, itulah saatnya aku menghabiskan waktu dengan mendatangi tempat-tempat wisata yang ada di dalam kota. Hal yang terpenting dan sangat aku syukuri dari perjalanan dinas seperti itu adalah, aku bisa bekerja dan jalan-jalan serta wisata kuliner tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun.

Masih belum selesai! Di kantor juga ada acara outing yang - Alhamdulillah! - juga membantu untuk merealisasikan mimpiku untuk mendatangi tempat baru. Outing  pertama yang aku ikuti bertujuan ke Padang dan Bukit Tinggi. Makan makanan padang, seperti ayam pop, sate padang, dan itiak lado mudo langsung dari tempat aslinya memang jauh lebih nikmat! Tujuh bulan kemudian, outing kembali diadakan dan kali ini tujuannya adalah Seoul, Korea Selatan. Untuk kebanyakan karyawan di kantor, inilah pertama kalinya mereka pergi ke Seoul, sama seperti aku. Akhirnya bisa mencicipi langsung Ttaebokki dan Jjigae Ramyun yang biasa aku lihat di dalam drama Korea. Banyak pengalaman baru yang aku dapatkan di sana; mengunjungi palace seperti yang ada di dalam film, makan kimchi disetiap main course, memakai Hanbok (baju tradisional Korea), sampai merasakan bagaimana sulitnya bertanya kepada penjual souvenir dengan Bahasa Inggris yang akhirnya dijawab dengan Bahasa Korea olehnya. The list still can go on and on! Lagi-lagi aku terbantu untuk bisa menorehkan tanda silang untuk beberapa Travel Bucket List milikku.

Selain jalan-jalan yang ditugaskan dan dibiayai oleh kantor, aku juga sudah mangambil jatah cuti beberapa kali. Aku sudah menggunakan cuti untuk bernostalgia ke Kuala Lumpur, jalan-jalan dan makan enak di Cirebon, melihat keindahan bawah laut di pulau Derawan serta pulau lain di sekitarnya bersama teman-teman kantor, menikmati summer di Sydney dan Melbourne dengan keluarga tanpa menggunakan travel agentfor the first time, I became a trip planner for my family and it succeed! –, dan bersantai di pantai di Lombok. Ternyata bekerja sama sekali tidak menghalangiku untuk terus menggambar tanda silang pada Travel Bucket List-ku.

Selama satu setengah tahun belakangan ini, banyak poin-poin yang sudah tercapai di dalam Travel Bucket ListBut it is not just an ordinary short list; it is a special long list which I have to work on so the mission can be accomplished one by one. But for now, I gotta work on this precious group of lists first, which can only be crossed if I could go to England.

Hanya dengan pergi ke Inggris, aku bisa naik London Eye. Nantinya setelah sampai di titik teratas, aku akan berfoto dengan menggunakan monopod supaya pemandangan Big Ben dan The River Thames di bawah sana bisa terlihat disatu frame bersamaan dengan foto muka dan setengah badanku. Dan semoga di hari itu cuaca cerah dan matahari bersinar terang, sehingga – seperti yang ditulis oleh beberapa artikel – Windsor Castle yang berada di kejauhan 40 km dapat terllihat dengan jelas.

Aku harus pergi ke Inggris supaya bisa menyaksikan Changing of Guard di Buckingham Palace setiap jam 11.30 pagi. Menyaksikan pergantian prajurit penjaga yang gagah dengan seragam merah dan topi hitam yang menjulang tinggi, bersama dengan ribuan orang lainnya, pasti seru sekali! Untuk melengkapi perjalanan ke Buckingham Palace, aku sangat tertarik untuk mengikuti tour di sana. Jika ada waktu, mungkin aku akan mengambil Buckingham Palace tour yang paling lengkap yang akan membawaku ke dalam tiga bagian dari palace; melihat bagian dalam The Queen’s Gallery dan The State Room yang indah dan juga mendatangi The Royal Mews dimana kereta-kereta kuda yang cantik dan klasik disimpan.

Setelah lelah berdiri untuk beberapa lama, mungkin pergi ke café di sekitar Hyde Park yang berada tepat diseberang Buckingham Palace adalah pilihan tepat. Am so going to try to look like the local, dengan membeli makanan untuk late lunch di café dan menikmatinya di Hyde Park sembari duduk di hamparan rumput. Oh, a paper bag full of cherry yang tadi juga dibeli, sepertinya bisa menjadi teman yang baik untuk bersantai setelah makan siang!

Setelah mengunjungi Buckingham Palace, mengunjungi Westminster Abbey, yang juga menjadi list wajib dalam Travel Bucket List-ku! Gereja ini banyak digunakan oleh keluarga kerajaan dan banyak sejarah masa lampau yang tersimpan di dalamnya, seperti pemahkotaan William The Conqueror di tahun 1066, pernikahan Ratu Elizabeth II pada tanggal 20 November 1947, hingga pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton, pada tanggal 29 April 2011 yang lalu.

Aku sangat tertarik dengan bangunan kuno dan klasik seperti Westminster Abbey. Walaupun sudah beratus-ratus tahun umurnya, namun pemerintah menjaga kelestarian dengan baik. Sehingga pelancong dari negara lain dapat menikmati keindahan bangunan dan isinya sampai sekarang. Salut!

Di sore hari, sepertinya menghabiskan waktu di Trafalgar Square sambil menikmati para street performers, juga tidak boleh terlewatkan. Berkumpul bersama para pejalan kaki yang berhenti dan ikut menonton pertunjukkan. Sebelum hari semakin gelap, sepertinya aku akan segera bergegas ke Her Majesty’s Theater untuk menukarkan tiket untuk menonton opera yang aku beli secara online. Bisa menebak apa yang akan aku tonton? Tentu saja Phantom of The Opera!

Oh, ada satu hal lagi yang tidak boleh dilewatkan di London, apalagi sebagai penggemar Harry Potter! Aku harus pergi ke London tepatnya ke King’s Cross Station. Station yang megah ini terkenal dengan tembok yang bertuliskan “Platform 9¾” yang digunakan Harry Potter dan kawan-kawannya untuk menuju ke Hogwarts Express.

Setelah puas berjalan-jalan di sekitaran London, sepertinya ini waktu yang tepat untuk mengeksplor kota lain. Jadi mungkin aku akan memutuskan untuk naik kereta selama kurang lebih 2 jam menuju Manchester. Kota tersebut sangat identik dengan Manchester United Football Club, yang banyak digandrungi oleh beberapa teman dekatku. Sebenarnya aku tidak terlalu paham tentang sepak bola - walaupun sering kali terjebak untuk ikut nonton bareng (nobar) dan ternyata seru! – tapi aku pasti akan sangat excited melihat stadion megah yang biasa aku lihat di layar kaca. Prinsipku, walaupun tidak suka dengan bola, bukan berarti aku tidak mempunyai bucket list yang berhubungan dengan stadium bola!

Jadi, aku harus pergi kesana supaya bisa merasakan duduk dikursi penonton di stadion bola Inggris. Apakah akan sama kerasnya seperti kursi penonton di Stadion Gelora Bung Karno? We’ll see! Aku ingin berdiri di antara kursi-kursi penonton dan difoto dengan lapangan sepak bolayang terlihat di background-nya. Karena aku banyak melihat temanku berfoto seperti itu saat mengunjungi stadion bola, jadi sepertinya itu gaya yang wajib diikuti. Oh selain itu, foto dengan kaos jersey para pemain hukumnnya juga wajib! Jadi ada bukti nyata bahwa aku pernah mengunjungi

Karena jaraknya dekat dengan Manchester, jadi tidak ada alasan untuk tidak mengunjungi Liverpool! Kota yang dapat ditempuh dengan mobil selama kurang lebih satu jam dari Manchester ini, juga terkenal dengan football club-nya. Tapi top of mind aku tentang kota ini adalah the legendary The Beatles! Di sini aku harus dan wajib mengunjungi The Beatles Story. Nantinya, setelah kembali ke London, aku akan mengunjungi juga The Beatles Store yang ada di Baker Street. Dan yang paling penting, jangan lupa berfoto di The Cross Abbey Road!

Alasan-alasan itulah yang membuat aku harus pergi ke Britania Raya. Hanya dengan pergi kesanalah, aku bisa menorehkan tanda silang di setiap poin-poin tersebut. Oh, karena negara Inggris sangat spesial untukkumungkin nanti aku bisa mengganti tanda silang itu dengan gambar bintang kecil!

Well, mempunyai Travel Bucket List ternyata sedikit banyak memberikan perubahan dalam diriku. Untuk beberapa waktu belakangan, Travel Bucket List inilah yang membuatku semangat untuk menabung. Sebagai wanita, menahan diri untuk tidak membeli baju, tas, sepatu, kosmetik, atau tidak melirik barang-barang yang on sale saat jalan-jalan di mal, sangatlah susah. Sungguh. Percayalah. Menurutku sendiri memang menabung itu tidak mudah. Jadi, saat aku akhirnya bisa membiayai diri sendiri untuk pergi ke Derawan, itu adalah hal yang sangat membanggakan untukku!

List panjang tentang berbagai hal yang ingin aku lakukan dan tempat yang ingin aku kunjungi, masih menjadi the main star of my travel bucket list. Jadi, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mewujudkan apa yang sudah aku tulis dan aku inginkan.

As day goes by, I believe my travel bucket list will grow. It will go crazier than ever and still, I will work hard to make them come true. This list will still and always be continued to be updated until… Well, I do not know. Because right now, I do not have any plausible reason that can stop me from exploring the world.

Sunday Jun 1 @ 12:48am
Pretty little lamps 💡✨ (at Lembang Floating Market)

Pretty little lamps 💡✨ (at Lembang Floating Market)

Friday Apr 18 @ 07:03pm
mydramastage:

Himym.

mydramastage:

Himym.

Sunday Mar 23 @ 11:04pm
A secret to happiness is letting every situation be what it is instead of what you think it should be, and then making the best of it. TheDailyPositive.com (via thedailypozitive) Friday Mar 21 @ 09:56pm

"Good Morning"
“How was your day?”
“Be careful”
“Text me when you get home so I know you’re safe”
“Sweet dreams”
“How are you?”
“I hope you’re feeling better”
“Have a good day today!”
“I miss you”
“Good night”
“Can you come over?”
“Can I come over?”
“Can I see you?”
“Can I call you?”
“You’re beautiful”
“Want something to drink?”
“Watch your step”
“Let’s watch a movie”
“What are you up to?”
“How is your day so far?”
“It will be okay”
“I’m here for you”
“Do you need anything?”
“Are you hungry?”
“I just wanted to hear your voice”
“You just made my day”

You don’t have to hear “I Love You” to know that someone does. Listen carefully. People speak from the heart more often than you think.

(via themilkywhiteway) Sunday Mar 9 @ 10:35pm

Wednesday Mar 5 @ 03:00pm
Wednesday Mar 5 @ 02:59pm
next


powered by tumblr | themed by fusels